Biografi Jenderal Ahmad Yani – Pahlawan Revolusi Korban Peristiwa G30S PKI

Posted on

BIOGRAFI AHMAD YANI – Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani merupakan tokoh pahlawan revolusi yang menjadi saksi kekejaman tentara komunis dalam Peristiwa G30S PKI. Beliau yang akrab dieja dengan nama Achmad atau Yani ini, lahir di Purworejo, 19 Juni 1922. Keluarganya bekerja di sebuah pabrik gula milik pemerintahan Belanda.

biografi ahmad yani

Tahun 1927, Yani berhijrah ke Batavia bersama keluarganya. Ia lantas bekerja sebagai tenaga pendidik tingkat dasar dan menengah. Sejurus kemudian, Yani harus meninggalkan bangku sekolah tinggi di tahun 1940. Alasannya satu, ingin mengikuti wajib militer pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Beliau mempelajari seluk beluk topografi militer di daerah Malang, Jawa Timur.

Dua tahun berikutnya, yakni pada tahun 1942 pendidikan Yani sempat terganggu lantaran kedatangan pasukan Jepang. Hal ini tentu saja memaksa beliau dan keluarganya untuk balik atau pindah kembali ke Jawa Tengah.

Setahun berselang, Yani kembali bergabung dalam dunia militer. Kali ini beliau bergabung dalam PETA (Pembela Tanah Air) yakni sebuah kesatuan militer yang dibangun oleh Jepang. Pusat pelatihannya dilaksanakan di daerah Magelang.

Begitu selesai mengikuti pelatihan, Yani dipromosikan sebagai komandan peleton PETA. Beliau menerima bekal pelatihan kembali, namun kali ini di lokasi yang berbeda, yakni di daerah Bogor, Jawa Barat. Singkat cerita, setelah proses pelatihannya selesai ia dikirim ke daerah Magelang untuk menjadi instruktur.

Karier Militer dalam Biografi Ahmad Yani

Ahmad Yani Pahlawan Revolusi

Kemerdekaan telah diplokamirkan, beliau masih aktif dalam bidang kemiliteran. Yani bergabung dengan tentara republik usia muda untuk berjuang melawan pasukan kolonolialis Belanda.

Pada bulan-pulan awal usainya Proklamasi Kemerdekaan, Yani membentuk sebuah batalion, yang mana ia sendiri yang menempati posisi sebagai Komandan. Tujuan pembentukan batalion tersebut tak lain untuk memenangkan perlawanan tentara Inggris yang saat itu sedang membara di Magelang.

Karier Paling Menonjol Dalam Biografi Ahmad Yani

Hal yang paling menonjol dalam periode karier Ahmad Yani ialah rentetan serangan gerilya-nya di tahun 1949. Dengan dalih untuk mengalihkan fokus militer Belanda. Disisi lain, Letkol. Soeharto sedang dipersiapkan dalam Serangan Umum Satu Maret yang dipusatkan di daerah Yogyakarta.

Kemerdekaan Indonesia telah diakui Belanda, Yani pun dialihkan ke daerah Tegal, Jawa Tengah. Lalu beliau ditugaskan kembali untuk menumpas anggota DI/TII pada tahun 1952. Dalam perlawanannya, Ahmad Yani mendirikan suatu pasukan khusus yang dinamai The Banteng Raiders. Satu per satu pasukan Darul Islam berguguran di Jawa Tengah.

Selang tiga tahun kemudian, tepatnya pada Desember 1995. Ahmad Yani bertolak ke Amerika Serikat. Disana ia akan belajar di Komando dan Staff Umum Kampus Kemiliteran wilayah Fort Leavenworth, Texas.

Setahun kemudian beliau kembali. Ahmad Yani dipindah ke Mabes Angkatan Darat Jakarta. Beliau ditugaskan untuk menjadi anggota staff umum Bapak Abdul Haris Nasution. Sebelum menjadi Wakil Kepala Staff AD untuk Organisasi dan Kepegawaian, Ahmad Yani sempat menjabat posisi Asisten Logistik Kepala Staff.

Tahun 1958, tepatnya di bulan Agustus. Ahmad Yani mengeluarkan instruksi untuk Operasi 17 Agustus terhadap pemberontak “Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia” yang berlangsung di Sumatera Barat. Beliau dan pasukannya sukses mengambil alih Padang dan Bukittinggi dari cengkraman pemberontak tersebut.

Dengan kesuksesan beliau yang sedemikian itu, Ahmad Yani memperoleh kenaikan pangkat, yakni sebagai staff Wakil Kepala Angkatan Darat ke-2 pada tanggal 1 September 1962. Kemudian dipromosikan kembali menjadi staff Kepala Angkatan Darat pada 13 November 1963. Secara otomatis Ahmad Yani menjadi anggota kabinet dan menggantikan posisi Jenderal Nasution.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.