Biografi DI Panjaitan – Pahlawan Revolusi Korban Peristiwa G30S PKI

Posted on

BIOGRAFI DI PANJAITAN – Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan atau disingkat dengan sebutan D.I Panjaitan, merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang turut menjadi korban dalam Peristiwa G30S PKI. Jasad beliau yang awalnya dikubur dalam Lubang Biaya, kini telah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

DI Panjaitan - Korban G30S PKI

Mayjend DI Panjaitan lahir pada tahun 19 Juni 1925, di daerah Balige, Tapanuli. Beliau mengikuti pendidikan formal selama 12 tahun, yakni SD, SMP dan SMA. Kala itu, masa-masa SMA DI Panjaitan sedang dalam kondisi penjajahan Jepang. Maka mau tak mau, beliau harus mengikuti pelatihan Gyugun untuk menjadi anggota militer.

Karier Militer Biografi DI Panjaitan

Masa pelatihan telah usai, D.I Panjaitan diberi mandat untuk menjadi anggota Gyugun di daerah Pekanbaru, Provinsi Riau. Keanggotaan beliau hanya bertahan sampai Presiden Soekarno memproklamirkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sehingga akhirnya beliau memilih untuk bergabung dengan para pemuda lainnya dengan membentuk Tentara Keamanan Rakyat, disingkat TKR.

pahlawan revolusi di panjaitan

Usut punya usut, TKR merupakan cikal bakal dari berdirinya TNI.

Pada kesatuan militer TKR inilah DI Panjaitan memerankan posisi sebagai komandan batalyon untuk pertama kalinya. Sejurus kemudian, beliau menjadi Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng pada tahun 1948 di Bukittinggi. Selanjutnya berpindah jabatan lagi menjadi Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatra.

Tatkala Agresi Militer Kedua dilancarkan oleh Pasukan Kolonialis Belanda, DI Panjaitan meraih kenaikan pangkat, yakni sebagai Pimpinan Perbekalan PDRI (Perdjoeangan Pemerintah Daroerat Repoeblik Indonesia). Waktu terus bergulir, Indonesia akhirnya berhasil memperoleh pengakuan kedaulatan seiring pupusnya Agresi Militer Belanda tersebut.

Sementara beliau, DI Panjaitan dipromosikan untuk menjabat sebagai Kepala Staf Operasi T&T (Tentara dan Teritorium) I Bukit Barisan daerah Medan. Lalu bergeser kembali ke Palembang, kali ini beliau menjadi Kepala Staf T&T II/Sriwijaya.

Tahun 1956, tepat dimana DI Panjaitan menuntaskan kursus Milat yakni Militer Atase. Sehingga berhak untuk menduduki posisi Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat. Usai masa tugasnya tamat, beliau kembali ke tanah air.

Tahun 1962, DI Panjaitan dipercaya sebagai Asisten IV Men/Pangad, merupakan kepanjangan dari Menteri Panglima Angkatan Darat. Inilah sebuah jabatan terakhir dalam karir militer biografi DI Panjaitan sesaat sebelum peristiwa G 30/S PKI terjadi.

Baca juga : Biografi Jenderal Ahmad Yani 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *